Catatan Mengaji Photo of author

Tentang Zakat Fitrah, Wajib Hukumnya Kalau Punya Ketiga Syarat

IBADAH puasa di bulan suci Ramadhan sangat berkaitan dengan pelaksanaan zakat fitrah. Kurang lengkap manakala telah menjalankan puasa sebulan penuh namun luput dari kewajiban menunaikan zakat.

Bahkan, dalam sebuah riwayat dikatakan amal puasa Ramadhan menjadi terkatung-katung alias belum bisa terangkat manakala seseorang belum mengeluarkan zakat fitrah. Dalam hadist yang diriwayatkan Imam Abu Dawud dan Imam Ibnu Majah, Rosulullah Shollallahualaihi Wasallam bersabda, “Zakat Fitrah merupakan penyucian bagi orang yang berpuasa dari kekurangannya, dan makanan bagi orang faqir dan miskin.”

Oleh sebab itu, kaum muslimin khususnya para kepala/penanggung jawab keluarga perlu memahami tata cara pelaksanaan kewajiban zakat ini. Mulai dari syarat, waktu, hingga tempat penyaluran zakat berbentuk makanan pokok ini.

1. Pemeluk Agama Islam

Ada tiga hal yang menjadi syarat seseorang terkena kewajiban zakat fitrah. Habib Ahmad Bin Novel Bin Salim Bin Jindan bilang, jika salah satu dari tiga syarat ini tak dimiliki oleh seorang muslim, maka orang tersebut terlepas akan terlepas dari kewajiban membayar zakat.

Syarat pertama, beragama islam. Setiap insan yang memeluk agama Islam akan terkena kewajiban zakat fitrah. Muda tua, sehat maupun sakit, berakal ataupun sedang mengalami gangguan jiwa, serta bayi yang baru lahir sekalipun kalau dalam keadaan beragama Islam maka wajib menunaikan zakat fitrah.

2. Berjumlah dengan akhir Ramadan

Syarat yang kedua berkaitan dengan ketentuan waktu. Lebih jelasnya, seseorang harus menjumpai akhir Ramadhan sekaligus awal bulan Syawal.
Lebih detailnya, orang yang menyaksikan atau masih dalam keadaan bernyawa pada saat terbenamnya matahari di hari terakhir Ramadhan berkewajiban menunaikan zakat fitrah.

“Kalau orang menjumpai Ramadhan, tapi tak menjumpai Syawal maka tak wajib zakat. Begitu juga jika hanya menjumpai Syawal maka tak wajib juga zakat fitrah,” kata Habib Ahmad dalam Dauroh Fiqih Zakat Fitrah sesua Madzhab Al Imam Asy Syafi’i di Yayasan Al Fachriah.

Sebagai contoh, tidaklah wajib hukumnya zakat fitrah bagi seseorang yang meninggal dunia pada pertengahan Ramadhan, hal ini lantaran dia tidak menemui bulan Syawal. Tidak wajib pula zakat fitrah untuk bayi yang lahir saat malam takbiran, sebab manusia mungil ini hanya menemui bulan Syawal dan tak mendapati bulan Ramadhan.

3. Mampu Membayar Zakat

Syarat yang terakhir yaitu berlaku untuk seseorang yang berkeadaan mampu. Rinciannya, ia memiliki kelebihan harta dalam bentuk makanan pokok, tempat tinggal meskipun sewa, atau pakaian.

Habib Ahmad bilang, keadaan mampu ini harus terjadi pada waktu akhir Ramadhan atau Syawal. “Misalnya, ada orang yang sama sekali tidak punya makanan pokok. Tapi, di dalam tasnya ada sepuluh handphone IPhone terbaru, maka dia wajib menjualnya untuk bisa membeli makanan pokok dan mengeluarkan zakat fitrah,” jelas Habib Ahmad.

Apabila syarat-syarat ini telah terpenuhi, maka orang tersebut dan orang-orang yang menjadi tanggungannya wajib untuk mengeluarkan zakat fitrah. Yakni, berupa makanan pokok sebanyak satu sha’ atau empat mud atawa setara 3,5 liter kepada orang-orang yang berhak.

Wallahu A’lam

-Artikel ini pernah diterbitkan pada blog Cintamuslim dan diterbitkan kembali di Yazid.ID dengan beberapa pengeditan.

Leave a Comment

× How can I help you?