Catatan Mengaji Photo of author

Dua Lubang yang Mendorong ke Neraka dan Dua Hal Lain Menuju Surga

RASULULLAH Shollallahilualihi Wasallam memberikan pelajaran kepada para sahabat untuk berhati-hati pada dua hal yang dapat menjerumuskan kepada perbuatan dosa. Bahkan dua hal ini dapat mendorong pelakunya ke dalam siksa api neraka. Naudzubillah

Bersamaan dengan itu, Nabi yang agung memberikan pelajaran kepada Imam Abu Hurairoh dan para sahabatnya, Rodiyallahu anhum, agar meraih dua hal yang paling banyak dimiliki oleh penghuni surga. Hindari dua hal, dan raihlah dua hal lainnya.

Peringatan dan pembelajaran dari manusia mulia ini terdapat dapat hadist Adabul Mufrod hadist ke 289 yang dirangkum Imam Bukhori. Kitab ini dibahas rutin di Majelis JIM Basmol saban Senin Malam.

“Neraka banyak penghuninya karena Al Ajwafaani yang artinya dua lubang,” kata Ustadz Hawasyi Isa LC dalam pengajian di Majelis JIM Basmol Jakarta Barat, Ahad malam 1 Shafar 1441 H atau bertepatan 29 September 2019 silam.

1. Menjaga Lubang Kemaluan

Dua hal yang membawa kepada kesengsaraan yakni, pertama, lubang kemaluan atau yang disebut Al Farju. Menurut Ustadz Hawasyi, banyak umat Islam yang terjerembab ke lembah dosa lantaran godaan wanita.

Sekarang ini, di era digital perzinaan sudah merajalela. Sehingga, kita perlu menjaga diri agar tidak terjerumus, karena Allah Taala juga sudah melarang umat Islam untuk mendekati zina.

2. Lubang Mulut

Kedua, lubang mulut. Dosa atau kejahatan yang dilakukan mulut yang kerap dilakukan umat antara lain ghibah dan namimah. Parahnya dosa seperti dianggap lumrah, padahal termasuk dosa besar.

“Ada kisah Nabi Musa Alaihissalam yang berdoa meminta hujan, dan doa tersebut belum dikabulkan Allah Subhanahu Wataala karena ada sebagian di antara umatnya yang sering namimah,” ujar Ustadz Hawasyi.

Semoga Allah Subhanahu Wataala menjaga kita dan keluarga kita dari kejahatan-kejahatan yang bersumber dari kedua lubang, yakni lubang kemaluan dan lubang mulut.

Dua Hal Menuju Kebaikan

Kemudian, terdapat juga dua hal yang apabila dijalani akan membawa kebaikan dunia dan akhirat. Kedua keadaan tersebut masing-masing yaitu takwa dan akhlak yang baik.

Setiap khutbah Jumat, nasihat akan takwa ini selalu diulang-ulang oleh sang khotib. Bertakwalah kalian kepada Allah Taala, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan Islam,” mungkin seperti ini pesan para khotib dalam wasiat khutbahnya.

Menurut Ustadz Hawasyi, pada suatu hadist lain yang juga ditulis di kitab Adabul Mufrod terdapat doa yang agar kita dikaruniakan akhlak yang bagus. Doa tersebut kerap dilantukan oleh Imam Abu Darda Rodiyallahu Anhu, salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW.

Beliau melazimkan doa tersebut setiap qiyamullail atau di rangkaian Sholat Tahajud. Doa tersebut yaitu, Ya Allah, sebagaimana Engkau baguskan penciptaan pada ragaku, maka baguskanlah juga akhlakku, hingga pagi hari.

Wallahu A’lam.

Leave a Comment

× How can I help you?